Buka Dauroh Ulya MUI kabupaten Bandung, kyai Yayan mengingatkan tugas fungsi MUI di tengah masyarakat

PANGALENGAN – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung, Drs. KH. Yayan Hasuna Hudaya, M.M.Pd., secara resmi membuka kegiatan Dauroh Ulya MUI Kabupaten Bandung yang berlangsung khidmat di SMP Prima Cendekia Islami, Pangalengan. Kegiatan silaturahmi ulama ini berlangsung selama dua hari, mulai tanggal 22 hingga 23 November 2025.

​Dalam sambutannya di hadapan para peserta, KH. Yayan menekankan kembali khittah atau garis perjuangan para ulama. Ia mengingatkan bahwa tugas fundamental MUI adalah sebagai pelayan umat (khadimul ummah) dan pelindung umat (himayatul ummah).

​”Tugas utama MUI itu jelas, yakni meng-ishlah-kan (memperbaiki/mendamaikan) umat dan menjaga akidah umat agar tidak menyimpang. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, peran ulama untuk meluruskan dan menyejukkan umat sangatlah krusial,” tegas KH. Yayan, Sabtu (22/11/2025).

​Selain menekankan aspek teologis dan sosial kemasyarakatan, Ketum MUI Kabupaten Bandung ini juga mengingatkan terkait posisi MUI dalam dinamika politik. Ia menegaskan pentingnya menjaga marwah lembaga dari kepentingan politik praktis.

​”Saya tegaskan, jangan SEKALI-KALI MUI dibawa ke dalam dunia politik secara organisasi. MUI adalah tenda besar bagi seluruh umat Islam, bukan kendaraan politik pihak tertentu,” ujarnya dengan nada serius.

​Meski demikian, KH. Yayan menyadari bahwa setiap pengurus MUI adalah warga negara yang memiliki hak konstitusional. Ia mempersilakan para ulama untuk menggunakan hak politiknya, namun dengan batasan etika organisasi yang ketat.

​”Secara individu, silakan. Bapak dan Ibu punya hak politik untuk memilih atau dipilih. Tapi ingat, jangan pernah mengatasnamakan organisasi MUI untuk kepentingan politik tersebut. Jagalah independensi lembaga ini agar fatwa dan nasihat kita tetap didengar dan dipercaya oleh umat,” pungkasnya.

​Kegiatan Dauroh Ulya yang bertempat di lingkungan asri SMP Prima Cendekia Islami ini diikuti oleh perwakilan MUI Kecamatan se-Kabupaten Bandung. Acara ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader ulama yang tidak hanya mumpuni secara keilmuan, namun juga memiliki integritas tinggi dalam menjaga persatuan umat dan netralitas organisasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *