
PANGANDARAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung sukses menggelar kegiatan Rihlah Dakwah yang unik dan penuh keakraban di kawasan wisata Pangandaran, Jawa Barat. Acara yang bertujuan untuk mempererat silaturahmi antar-ulama, pengurus MUI, dan tokoh lintas agama ini, diwarnai dengan kegiatan body rafting yang seru di Sungai Citumang.
Body Rafting Jadi Sarana Keakraban
Rihlah Dakwah ini diikuti oleh sekitar 30 orang peserta, termasuk para alim ulama, pengurus MUI Kabupaten Bandung, serta perwakilan dari tokoh lintas agama, di antaranya Hian Jin dari Buddha, Wayan Suwanda dari Hindu, Pendeta Hendarto dari Kristen protestan dan YG Giyarto dari Katolik.
Ketua Umum MUI Kabupaten Bandung, Kyai Yayan, menyampaikan bahwa kegiatan Rihlah ini merupakan inisiatif untuk mendapatkan energi positif di sela-sela kesibukan program MUI.
Kegiatan berupa body rafting di air jernih Citumang menjadi momen berharga bagi para peserta untuk berinteraksi dalam suasana yang santai dan penuh tawa, jauh dari suasana formal rapat atau ceramah. Momen ini menegaskan pentingnya kebersamaan dan toleransi dalam bingkai kerukunan umat beragama.
Beliau pun menambahkan, hubungan MUI dan pemerintah daerah sangat baik, bahkan MUI akan mengadakan kegiatan pelatihan pemulasaraan jenazah yang akan diikuti 270 desa dan 10 kelurahan yang ada di kabupaten Bandung.
Kegiatan pemulasaraan ini, terinspirasi dari bapak bupati kabupaten Bandung yang telah membagikan kain kafan ke seluruh desa dan kelurahan di kabupaten dengan menggunakan uang pribadi beliau.

Ustadz Ery Ridwan lathif- ketua MUI Kab Bandung- pun menambahkan” Selain Rihlah Dakwah, MUI pun akan mengadakan Retret Pengurus MUI, selain bertujuan menyatukan hati para pengurus, juga untuk meresapi tugas masing-masing pengurus MUI, bahwa MUI hadir tengah masyarakat, karena langkah kongkrit dan besarnya telah dimulai dengan dibentuknya LBH MUI Kabupaten Bandung.
Kegiatan ini dengan dihadiri perwakilan tokoh lintas agama menunjukkan komitmen MUI Kabupaten Bandung untuk membangun kolaborasi dan sinergi dalam memecahkan masalah sosial yang dihadapi masyarakat secara bersama-sama.

“Menjaga perdamaian dan kesatuan umat beragama adalah harga mati bagi kedamaian Indonesia” Ujar kyai Usep Rostandi-ketua MUI Kab Bandung- yang merupakan direktur moderasi beragama UIN Bandung yang mengikuti kegiatan ini.
Kegiatan ini ditutup dengan harapan agar semangat persatuan dan kerukunan yang terjalin di Pangandaran dapat terus dibawa dalam pengabdian kepada umat dan bangsa