
Pangalengan, Kabupaten Bandung – Bupati Bandung, H. M. Dadang Supriatna atau yang akrab disapa Kang DS, secara resmi membuka acara Daurah Ulya Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bandung yang diselenggarakan di Pangalengan Sekolah Alam SMP prima cendikia Islami pada 22-23 November 2025. Dalam sambutannya, Kang DS menyampaikan sejumlah pesan penting, mulai dari ajakan untuk bijak bermedia sosial hingga ajakan untuk mengawal program keagamaan di Kabupaten Bandung.
Bijak Menyaring Informasi dan Program Keagamaan
Bupati Dadang Supriatna meminta agar MUI Kabupaten Bandung mengambil peran aktif dalam mengajak masyarakat untuk bersikap bijak dalam menerima dan menyaring informasi. Di era disrupsi digital, literasi media menjadi kunci agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau menyesatkan.
Pengawalan Program Maghrib Mengaji
Kang DS secara khusus mengajak kepada MUI Kabupaten Bandung, MUI Kecamatan, dan MUI Desa untuk bersama-sama mengawal dan menyukseskan program “Maghrib Mengaji” yang dicanangkan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung. Program ini menjadi fokus utama untuk meningkatkan kemampuan baca Al-Qur’an masyarakat.
Data survei menunjukkan bahwa saat ini, masyarakat Kabupaten Bandung yang mampu membaca Al-Qur’an baru mencapai 24%. Oleh karena itu, Bupati berharap, melalui sinergi antara program Maghrib Mengaji dan kebijakan insentif guru mengaji, persentase ini dapat meningkat tajam, mencakup semua kalangan usia, dari anak-anak hingga lanjut usia.
” Ulama dan umaro tidak bisa dipisahkan karena keberhasilan kabupaten Bandung, tidak cukup dengan kebijakan pemerintah saja, tidak cukup hanya bupati saja, namun keberhasilan kabupaten Bandung adalah keberhasilan kita semua, yang di dalamnya ada para ketua MUI” tegas Kang DS.
Komitmen Insentif Guru Mengaji
Bupati berbagi cerita inspiratif bahwa semasa menjabat sebagai Kepala Desa, ia sudah memiliki inisiatif untuk menggaji guru mengaji. Komitmen ini kini diwujudkan dalam skala yang lebih besar setelah ia menjabat sebagai Bupati.
Pemerintah Kabupaten Bandung telah menganggarkan insentif sebesar 109 Milyar Rupiah untuk guru mengaji sebagai bentuk penghargaan dan dukungan terhadap peran strategis mereka dalam membentuk karakter spiritual masyarakat.
Peningkatan Toleransi dan Fatwa Pembatasan Gadget
Dalam kesempatan tersebut, Kang DS juga menyoroti pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan. Ia meminta agar toleransi beragama di Kabupaten Bandung terus ditingkatkan dan dipelihara.
Peran MUI dalam Keluarga
Menyikapi tantangan perkembangan teknologi, Bupati Dadang Supriatna secara spesifik meminta agar MUI Kabupaten Bandung mempertimbangkan untuk mengeluarkan fatwa yang mengatur anak-anak di bawah 16 tahun agar tidak menggunakan telepon genggam (HP) setelah waktu Maghrib. Hal ini bertujuan untuk mengembalikan waktu Maghrib sebagai momen fokus beribadah dan belajar mengaji bagi generasi muda.
Sinergi Program MUI dan Pemerintah
Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap agar kegiatan Daurah Ulya ini menjadi agenda rutin. Ia mengusulkan agar acara serupa dapat diadakan bersama dengan MUI Desa dan dilaksanakan setiap tiga bulan sekali. Format kegiatan diharapkan semi-formal dan menyediakan ruang diskusi bersama untuk bertukar pikiran dan berkontribusi langsung dalam pembangunan Kabupaten Bandung yang berbasis spiritual dan keagamaan.