
Oleh : Sopian
CICALENGKA KAB BANDUNG, 07/01/2026 – Peringatan Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke -103, sekaligus peringatan peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW telah digelar di Masjid Jami’ Nurul Falah RW 14, Desa Nagrog, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada Rabu (7/1/2026). Kegiatan yang diselenggarakan sebagai bagian dari perayaan Harlah NU yang jatuh pada bulan Januari ini berlangsung semarak dan penuh khidmat.
Antusiasme warga Nahdliyin tercermin dari kehadiran jajaran Pengurus Ranting (PR) NU Desa Nagrog beserta Pengurus MWC NU Cicalengka. Pada kegiatan ini, hadir juga kepala Desa Nagrog, Gun Gun Suganda, S.Pd.I beserta jajaran Pemdes Nagrog, ketua Majelis Ulama ( MUI ) Desa Nagrog beserta jajaran pengurus, Ketua RW 14 beserta para ketua RT, pengurus DKM Nurul Falah, Remaja Mesjid Amrullah, para tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Nagrog. Kehadiran sejumlah elemen NU dan para pemangku kepentingan tersebut tidak hanya mempererat tali silaturahmi, tetapi juga semakin menguatkan rasa kebersamaan antar warga khususnya warga Nahdliyin.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PR NU Desa Nagrog, Ustadz Ayi Muhyidin, S.Ag, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus dan tamu undangan. “kehadiran saudara semua semoga menjadi keberkahan bagi kita bersama,” ujarnya. Ia juga menegaskan bahwa sejatinya masyarakat adalah pihak yang membutuhkan NU sebagai wadah perjuangan dalam menapaki jalan dunia- akhirat. Ketua Tanfidziyah Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Kecamatan Cicalengka, KH. Rd. Tiar Saeful Bahri, Ia mengapresiasi terselenggaranya peringatan Harlah NU Desa Nagrog, malam ini. Menurutnya, peringatan Harlah NU ke-103 versi tahun Hijriyah menandai usia NU yang telah memasuki satu abad versi tahun masehi.
Selanjutnya, Ketua MUI Desa Nagrog, Drs. KH. Komarudin AFZ, M.MPd juga mengingatkan pentingnya penyaringan informasi menjadi hal mutlak agar tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum tentu benar, serta tetap menjaga nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.
Terkait dinamika yang sempat terjadi di tubuh Pengurus Besar NU (PBNU), Syuriah NU Ranting Desa Nagrog, Ustadz Sopian, S.Pd, menilai bahwa perbedaan pandangan merupakan hal wajar dan patut disyukuri karena telah terselesaikan tanpa menimbulkan perpecahan. “Sebagai kader NU, harus pandai memilah informasi mana yang baik dan mana yang perlu disebarluaskan. Kehati-hatian dalam menerima kabar dari media sosial sangat penting karena dapat berdampak fatal,” pesannya.
Sedangkan Ustadz Agus Kusnandar, SH, yang bertindak sebagai pengisi tausiyah menegaskan bahwa warga Nahdliyin memiliki ciri khas yang tidak pernah meninggalkan amaliyah NU, seperti pembacaan tahlil dan barzanji.
Secara keseluruhan, rangkaian peringatan Harlah NU ke-103 dan peringatan peristiwa Isra Mi’raj di Desa Nagrog berjalan lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan, dengan semangat kebersamaan yang kuat terasa di antara seluruh peserta.*
Kontak Media:
[Sopian, S.Pd/082128575345]
[Ketua Bidang Infokom MUI Cicalengka]
[FB/IG/YT, Sopian Wali/Tholabul Jannah]
[Email, sopiangurubaikhati73@gmail.com]