
CICALENGKA, 25/4/2026 – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Cicalengka menggelar rangkaian kegiatan keagamaan intensif pada Sabtu (25/04/2026). Kegiatan ini diawali dengan penguatan spiritual di tingkat kecamatan dan dilanjutkan dengan kunjungan kerja (saba desa) untuk menyapa warga secara langsung.
Istighotsah dan Pengajian Umum di Masjid Besar
Rangkaian acara dimulai pada pukul 13.00 WIB di Masjid Besar Cicalengka. Ribuan jemaah tampak khidmat mengikuti istighotsah dan pengajian umum. Hadir sebagai penceramah utama adalah Ustadz Ahmad Pidadi, sosok yang baru saja mengemban amanah sebagai anggota komisi Fatwa MUI Provinsi Jawa Barat.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad Pidadi menguraikan secara mendalam mengenai jenis-jenis ibadah dalam kehidupan. Beliau menekankan bahwa ibadah tidak hanya terbatas pada ritual formal (mahdhah), tetapi juga mencakup seluruh dimensi kehidupan (ghairu mahdhah) selama diniatkan karena Allah SWT.
Kunjungan Kerja dan Edukasi Sejarah Qurban di Cicalengka Wetan
Memasuki malam hari, tepat pukul 18.30 WIB, jajaran pengurus MUI Kecamatan Cicalengka yang dipimpin langsung oleh Ketua MUI Kecamatan, KH. Asep Moch. Zen, melaksanakan kunjungan kerja ke Desa Cicalengka Wetan.
Kegiatan yang bertempat di Masjid Baitul Mu’minin, RT 02 RW 02 Kp. Pasar ini, bertujuan untuk mempererat sinergi antara ulama dan masyarakat di tingkat akar rumput.
Pada kesempatan tersebut, KH. Asep Abdul Aziz, SH., Pimpinan Umum Pondok Pesantren Al-Faruq Cicalengka, didapuk sebagai penceramah.
Menjelang Idul Adha, KH. Asep Abdul Aziz memaparkan materi mengenai sejarah qurban. Beliau mengajak jemaah mengambil hikmah kisah Nabi Adam as beserta putranya Qobul Habil serta meneladani keteguhan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, sekaligus memberikan pemahaman mengenai syariat serta hikmah sosial di balik ibadah penyembelihan hewan kurban bagi umat Muslim.
Komitmen Pelayanan Umat
Ketua MUI Kecamatan Cicalengka, KH. Asep Moch. Zen, menyatakan bahwa rangkaian kegiatan maraton ini adalah bentuk komitmen MUI dalam memberikan edukasi yang merata. “Kami ingin memastikan kehadiran MUI terasa hingga ke perkampungan, tidak hanya di pusat kecamatan, agar pemahaman agama masyarakat semakin kokoh,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan wilayah Cicalengka.***
*** Sopian