
Oleh : Sopian, S.Pd ( Ketua Infokom MUI Kecamatan Cicalengka )
[Cicalengka, Kab. Bandung – 14/12/2025] – Majlis Ta’lim Wanita ( MTW ) MUI Kecamatan Cicalengka dengan semarak menyelenggaraan pengajian bulanan rutin, kali ini berlangsung pada Ahad 14 Desember 2025. Acara keagamaan yang bertema
“Peran Perempuan/Keluarga Muslim Dalam Kesiagaan Bencana”, bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus meningkatkan pemahaman agama di kalangan para wanita.
Pengajian rutin ini merupakan inisiatif berkelanjutan dari MTW MUI Cicalengka untuk menciptakan lingkungan yang suportif dan edukatif bagi perempuan di wilayah desa-desa se Kecamatan Cicalengka. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi sikap beragama yang baik dan membangun kesadaran akan pentingnya ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Acara ini menghadirkan Ustadz Arif Rahman Sofarul Anshori yang menyampaikan ceramah inti mengenai pentingnya menjaga lingkungan dimulai dari keluarga masing-masing dengan langkah nyata yaitu selalu menjaga kebersihan, kesehatan, tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kestabilan alam, dan seterunya.
Selain sesi ceramah, kegiatan ini juga meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, menyanyikan lagu Mars Jihad, sesi tanya jawab dan doa bersama,
.
“Biasanya pengajian ini dilaksanakan pada setiap Ahad pertama, namun karena 7 Desember 2025 jama’ah ikut kegiatan wisata religi bersama MUI maka bulan ini dilaksanakan di 14 Desember. Kami berharap pengajian bulanan ini menjadi wadah yang efektif untuk saling berbagi ilmu, pengalaman, dan menguatkan keimanan kita bersama,” ujar Ustadzah Eva Qori Tartila, S.Pd, Ketua MTW MUI Cicalengka.
Sementara ditempat yang berbeda digelar juga kegiatan serupa oleh MTW MUI Desa Nagrog dengan menghadirkan KH. KomarudinAGZ, M.MPd sebagai mubaligh. Rutin dilaksanakan setiap ahad ke-2 setiap bulannya, pengajian kali ini bertempat di salah satu pengurus MTW Desa Nagrog, Ny. Eti.
Hj. Nelis Laskanasari , M.MPd selaku ketua MTW MUI Desa Nagrog pada sambutannya mengungkapkan pentingnya mengaji sebagai ibadah. “Perubahan positif berawal dari kepedulian dan komitmen moral untuk terus belajar dan beribadah. Kami mengajak seluruh ibu-ibu untuk hadir dan mengambil manfaat dari majelis ilmu ini,” kata Nelis.