Sinergitas Bupati Bandung Kang DS dan ketum MUI kabupaten Bandung Kyai Yayan menjadi teladan bagi kabupaten lain

Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Bandung secara resmi meluncurkan sebuah program strategis hasil kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten yang menjangkau hingga ke akar rumput masyarakat.

Program kaderisasi ulama berbasis desa yang menitikberatkan kepada pelatihan pemusalaraan jenazah. Program sinergitas antara ulama dan umaro pertama di Indonesia.

Program ini diluncurkan meliputi 31 kecamatan, 270 desa dan 10 kelurahan sekabupaten Bandung,  dengan distribusi buku materi hingga ke tingkat Rukun Warga (RW) yang berjumlah 4.233 RW

​Dalam sambutannya, Ketua Umum MUI Kabupaten Bandung Drs.KH.YAYAN HASUNA HUDAYA.M.M.Pd menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan program bersama yang wajib dilanjutkan oleh struktur di bawahnya.

​”Program ini harus dilanjut oleh MUI Desa hingga ke RW-RW. Untuk urusan pembiayaan, kami mengarahkan agar MUI di tingkat desa dapat bekerja sama dengan Kepala Desa masing-masing. Ini adalah wujud sinergi ulama dan umaro,” tegas Kyai Yayan

​Keterlibatan Wanita dan Sinergi Ulama-Umaro
​Ketua Umum MUI juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kaum wanita, dalam menyukseskan program ini.
​”Program ini harus diikuti juga oleh kaum wanita, karena yang meninggal bukan hanya laki-laki. Pembinaan umat adalah tanggung jawab bersama,” tambahnya.

​Beliau meluruskan pandangan yang selama ini mungkin melekat pada MUI. “MUI bukan hanya juru doa. Kami memiliki banyak program yang dapat dan sudah dikerjasamakan dengan umaro (pemerintah),” jelasnya.

​Sinergi struktural ini ditegaskan kembali:
​MUI Kecamatan diimbau untuk bekerja sama dengan Camat dalam membina masyarakat di wilayahnya.

​MUI Desa didorong untuk bekerja sama dengan Kepala Desa demi kemaslahatan umat.

​Penguatan Ekonomi dan Pembinaan Rutin
​Sebagai bagian dari upaya kemandirian umat, MUI kabupaten Bandung juga telah mendirikan Koperasi MUI Kabupaten. Ketua umum MUI menyarankan agar MUI Kecamatan dan MUI Desa dapat bergabung dengan koperasi ini untuk memperkuat sektor ekonomi kerakyatan.

​Di samping itu, MUI juga rutin mengadakan kegiatan pembinaan keagamaan, salah satunya adalah pembinaan khotib Jumat. Hal ini bertujuan untuk memastikan kualitas dakwah dan penyampaian pesan keagamaan kepada masyarakat selalu relevan dan mencerahkan.

​Program peluncuran ini diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan peran MUI sebagai mitra pemerintah dalam membina moral dan spiritualitas masyarakat secara menyeluruh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *